Langsung ke konten utama

Postingan

Gara-gara Ingin Cerita Secara Detail

Saya itu kalau mau cerita sesuatu inginnya cerita detail. Mencegah terjadinya kesalahpahaman. Mencegah tidak tersampaikannya dengan sempurna apa yang ingin kita ceritakan. Kalau dituruti, untuk satu hal yang saya ceritakan bisa-bisa dalam satu postingan panjangnya tidak kira-kira. Saya sendiri bisa badmood karena ceritanya malah jadi melebar kemana-mana dan tidak fokus. Akhirnya saya menemukan solusi yang tepat, yaitu, pisah-pisah aja jadi postingan sendiri-sendiri!  Yap, ketika mulai melebar, jika perlu ganti judul ganti, jika perlu dipotong, pindah ke postingan baru ya lakukan. Jadi semuanya tersampaikan tanpa ada postingan yang terlalu panjang. Sumber gambar: https://www.flickr.com/photos/thatsosophie/6064136072/ Akhirnya saya sadar, niatnya bikin satu postingan bisa beranak pinak jadi beberapa postingan. Kecuali postingan yang amat sangat ringan seperti postingan pertama di blog ini atau postingan ketiga saya di blog ini yang berjudul curhatan pertama saya di sema...

My Bad History About Self-Discipline

Mendisiplinkan diri bukan hal yang mudah. Mendisiplinkan diri berarti melawan diri sendiri, secara mandiri.  Jika mendisiplinkan diri adalah hal yang mudah, tidak ada cerita seorang mahasiswa yang ingin menikmati masa-masa menjadi calon sarjana selama 5 tahun justru molor hingga 7 tahun. Tidak ada cerita mereka yang awalnya kuliah yang awalnya berharap jadi sarjana, justru menyerah ditengah jalan hanya karena skripsi. Tidak ada cerita kelulusan bervariasi antar mahasiswa 3,5 hingga 9 tahun. Untuk urusan mendisiplinkan diri, saya memang mempunyai rekam jejak yang buruk. Semasa sekolah dan kuliah saya seringkali mengerjakan PR pagi hari sebelum berangkat/di hari yg sama dengan deadline PR dikumpulkan. Bahkan seringkali telat mengumpulkan. Hampir tidak pernah ikut jam ke-0 di SMA. Jangankan jam ke-0, jam kesatu bisa tidak telat saja sudah alhamdulillah. Sebulan tidak berangkat kuliah sama sekali juga pernah. Sumber gambar: https://www.flickr.com/photos/royblumenthal/32680...

Curhatan Pertama Saya di Semacam Buku Diary

Aktivitas beres-beres rumah seringkali tidak hanya membuat rumah kita menjadi lebih rapi dan lebih bersih. Apalagi jika kita sekalian bongkar-bongkar kardus yang berisi buku-buku atau kertas-kertas jadul. Terkadang kita menemukan foto atau apalah yang bisa membuat kita tertawa sendiri. Pada suatu ketika, sudah lama sih. Ingin nulis ini juga sudah lama, baru sekarang direalisasikan, hehe. Saya menemukan diary mbak dini, kakak saya yang nomor dua. Dia punya semacam buku diary kecil yang awalnya fungsi utamanya bukan buat diary maupun notes, tapi dipakai untuk mempersilakan teman-temannya mengisi biodata disana. Biasalah biodata yang ada mifa mafa sama pantun satu titik dua koma, wkwkkwk. Saya dulu ikut-ikutan nulis biodata disitu dengan tulisan acak adul saya, maklum masih SD waktu itu. Berikut tulisan biodata saya: Pada beberapa lembar setelahnya juga ada satu halaman yang berisi curhatan saya. Saya lupa tepatnya kapan saya curhat seperti itu, sepertinya ketika saya mas...

Tips Melawan Kecoak

Siapa sih yang suka kecoak? Aku kira tidak ada ya, paling ada ya mereka yang cari kecoak untuk apa gitu, pakan apa, atau suatu saat nanti ada yang menemukan manfaat yang tersembunyi dari seekor kecoak. Coba kalau kita lagi adem ayem beraktivitas, misal lagi pup apa nyuci tiba-tiba ada kecoak nongol. Pengennya ya segera bunuh itu kecoak kan. Soal bunuh membunuh kecoak ini, belum lama-lama banget ada yang bilang, kalau kecoaknya kita injek, bisa keluar cacing dari dalam tubuh kecoak. Ngeri tidak sih? Padahal aku juga sering tuh injek/pukul kecoak pakai sandal kalau ketemu kecoak, cara paling cepat kan. Kabar kecoak keluar cacing kalau diinjek itu aku dapet dari temenku yang ikut ngabuburit disuatu tempat terus pengisi acaranya bahas itu. Ya Allah, mau buka puasa kok malah diceritain cerita macam itu :(. Untung aku tidak ikut, hehe. sumber gambar: https://openclipart.org/detail/237429/roach Mau googling info serem itu hoax atau tidak, aku males, bukannya males yang gimana ta...

Egg, Eeg, dan Ngendog

ilustrasi: https://openclipart.org/detail/271115/dumping Sudah sejak kapan aku menyadari bahwa antara egg, eeg, dan ngendog itu bisa diotak-atik gathuk. Aku pun jadi curiga bahwa asal mula kata Eeg berasal dari Egg. Kenapa? Karena istilah eeg dan ngendog di dalam bahasa Jawa mempunyai arti yang sama. Ngendog alias eeg itu aktivitas mengeluarkan "egg." Egg adalah istilah halus untuk pup dalam bahasa masyarakat Jawa. Kenapa Egg? Karena proses keluarnya seperti proses unggas mengeluarkan Egg. Jijique ya kok kotor banget bahasan kali ini, haha. Maaf maaf ini sudah ada di kepala lama soalnya. Kalau gak di keluarkan takutnya jerawatku jadi tambah banyak, hehe. Thanks sudah membaca! :)

Bukan Sumpah Palapa

 Ada banyak alasan kenapa aku telat lulus S1 hingga hampir di drop out. Salah satunya adalah aku ingin punya bisnis dengan omset stabil minimal ratusan juga dulu baru lulus. Jadi keren kan, dapat cap sukses sebelum lulus. Lain dari yg lain, orang-orang meniti karir setelah lulus, aku belum lulus sudah moncer karirnya. Tapi itu hanya harapan wkwkwk. Aku lulus dengan kondisi ekonomi masih carut marut omset jauh dari impian bwahahah. Dari dulu aku menghindari kegiatan yg menjauhkan dari apa yg aku inginkan. Misal, belum mau ngapa-ngapain (apalagi main atau sekedar bersosialisasi sama teman) kalau belum tuntas belajar atau ngerjain tugas. Padahal aku jarang rajin belajar dan males banget ngerjain tugas. Baru aku kerjain biasanya sejam sebelum masuk kelas. Ini salah satu faktor yg bikin aku jadi siswa/mahasiswa telatan. Aku seitungan itu ya orangnya, jijique, hehe. Kalau tidak ada faedahnya males. Makanya sampai sekarang gak punya sahabat.