Langsung ke konten utama

Postingan

Sunnatullah

Kejadian demi kejadian menunjukkan betapa sempurnanya sistem yang diciptakan oleh Tuhan. Bagaimana musim berganti, manusia lahir dan mati, banyak sekali kejadian didunia ini setiap detiknya. Manusia tak akan mampu menulis semua kejadian tersebut, karena ya, banyak yang tak mampu terjangkau manusia. Apa yang tertulis di dunia nyata maupun maya. ilustarasi: freepik.com Seonggok tanah disamping rumah kita, meskipun tidak ada yang peduli bahkan kita sendiri, bisa jadi mengalami kejadian demi kejadian setiap detiknya yang tidak kita ketahui. Seonggok tanah yang kita bisa bilang "hanya" tapi kenyataannya lebih rumit dari itu, menyimpan banyak misteri yang belum tentu terungkap hingga kiamat terjadi. Meskipun belum tentu ada manusia yang tergerak untuk mengungkap, karena sesungguhnya dalam dunia ini terdapat pilihan yang tak terhitung jumlahnya. Tidak semua harus diungkap karena manusia tak mungkin mampu. Bahkan kalau air laut dijadikan tinta, air laut tak akan mampu mengungkap semu...

Terjebak

Pagi tadi saya ingin sarapan pakai ubi. Gara-gara itu saya langsung auto nyanyi "Tanam-tanam Ubi," lagunya upin ipin. Lalu pas lagi mandi, biasalah kadang juga auto nyanyi (duh). Mendadak saya terpelatuq dengan pantun yang terdapat dalam lagu tersebut: "Naik kereta api, turun di padang tembak. Kalau tak hati-hati, kita kan terjebak." Itu yang sedang saya rasakan. Terjebak. Kebahagiaan yang sebentar bisa membuat kita terjebak dalam sesuatu yang tidak kita inginkan dalam jangka waktu yang jauh lebih lama.  sumber foto: https://www.flickr.com/photos/nzcarfreak/7356968716/ Ya, namanya aja terjebak, susah keluarnya. Tak perlu dirisaukan menurut saya, dinikmati saja.  Nanti kalau sudah waktunya juga kita bisa keluar dari.. hmmm kok gak pas ya, kalau dibilang jebakan. Soalnya tidak ada yang menjebak. Sebenernya saya menggunakan kata terjebak itu untuk menggambarkan suatu efek samping yang tidak kita sangka sebelumnya. Dampak dari sebuah kebahagiaan yang, ya, seben...

Pungli

Pungli disini bukan singkatan dari nyemplung kali*)  ya, bukan. Pungli disini ya sejenis pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Pungli juga bisa dilakukan oleh seseorang tanpa memiliki wewenang resmi sih. Tapi kali ini saya ingin membahas pungli di lingkungan pemerintahan. Ya biasalah kalau ngurus-ngurus apalah. *) Berikut ilustrasi dari nyemplung kali, alias jatuh terperosok ke dalam sungai, sumber foto: https://www.flickr.com/photos/tony709/24467836949/ Dulu waktu belum lulus kuliah saya pernah kena pungli 10rb waktu bikin surat keterangan usaha. Padahal ya saya masih sambilan kan itu, wong belum lulus. Rasanya gak rela sebenarnya. Tapi saya terpengaruh sama sikap panik ibu saya, maklum lah kami tinggal di kampung. Jadi ya, ibu saya gampang takut, panik, khas emak2 di kampung. Padahal ya sebenarnya gak perlu juga, wong itu usaha jaman saya ikutan kompetisi dulu, sekarang udah gak pernah saya pegang. Tidak perlu dibuat surat keterangan usahanya, wong tidak dilanjutka...

Tersangka Musibah Maret - Mei 2017

Jiah malah jadi pengen bahas "cuma" XD. Jadi ya biasalah ya, ada orang yang merasa jauh lebih diatas kita. Misal dia seorang pejabat atau istri pejabat. Kalau ngelihat kita itu selalu, misal ya, "halah cuma feni." Udah ngecap kita bodoh gara-gara telat lulus kuliah padahal kuliahnya gak di teknik/kedokteran. Udah  ngecap  kita lebih bodoh dari mereka yang lulus lebih cepat. Mandang kita lebih rendah karena profesi orang tua kita yang "cuma apa." Mandang kita lebih rendah karena gak tajir. Mandang lebih rendah karena kulit kita gak kinclong. Ya gitulah. Malah mremen bahasan lainnya, hehe. Emosi dari apa yang terjadi di Maret - Mei 2017 suka kebawa-bawa, duh. Astaghfirullah. Ya gitulah, teman yang diminta tolong karena kita takut sesuatu yang kita takutkan terjadi malah berusaha sebisa-bisanya agar apa yang kita takutkan tsb terwujud. Secara tersirat teman kita itu bilang: Elo siapa sih! Gak pantes! Udah jelek, lulus telat, gak sukses (sekarang kan dia...

Mendadak Mantap Resign

Akhir Februari lalu, dalam my last speech di depan teman-teman Bayaasin, Inc., mereka menanyakan alasan dibalik keputusan saya untuk resign. Gimana ya, untuk hal ini saya lebih mantap jika menjelaskan sedetail yang saya mau. Kalau ke HRD pas mengajukan resign ya bilang singkat ajalah. Lagipula HRDnya waktu itu sedang sibuk, tidak punya banyak waktu. Meskipun sebenarnya saya ngganjel je waktu cuma kasih alasan singkat waktu menghadap HRD, pengennya ya kasih alasan sedetail yang saya mau XD. Sumber gambar: https://www.flickr.com/photos/adrianos_evangelidis/38777057345/ Pada saat my last speech saya jawab alasannya akan saya tulis di blog ini. Meskipun sekarang pasti sudah tidak ada yang peduli. Karena sudah janji ya harus ditepatilah. Oke sip. Saya puas, saya tenang, hutang janji terbayar. Jadi cerita unfaedah ini akan saya mulai dari kenapa saya ingin bergabung dengan Bayaasin, Inc.. Alasannya ada di postingan  Mencari Obat Penghilang Rasa Malas . Cari tempat magang sem...

Saya Cocoknya Jadi Apa?

Setelah setahun lebih tidak pernah update di medsos, akhirnya 2 hari yang lalu @motivatweet kembali muncul di IG. Postingan keduanya di IG berhasil menarik jari-jari saya untuk ikut mengirimkan komentar :) Berikut postingannya: Berikut komentar saya: Paling Suka yang Mana? Saya jadi berfikir, apa sebaiknya saya fokus nulis di blog saja? Sebelumnya, akhir Juli lalu waktu saya meet up dengan sahabat saya, dia bilang, "Kamu tuh cocoknya jadi dosen." Membuat saya makin mantap untuk kembali berpikir, sebenernya saya cocoknya jadi apa sih? Kalau dosen sih kok kayaknya enggak 100% saya ya. Apakah ada profesi yang lebih cocok untuk saya dibanding menjadi seorang entrepreneur? Jika memang ada profesi lain yang lebih cocok untuk saya, tentu, start up saya tidak bisa saya tinggalkan begitu saja. Jujur, aslinya jualan online itu serunya minta ampun. Tapi seringkali saya malasnya juga minta ampun, hehe. Saya itu suka banget kalau disuruh bikin rencana, detail per bulan...